1 min read In Indonesian

Sekarang, yang paling sulit dari bikin tampilan bukan coding-nya.

Tapi jelasin maunya seperti apa pakai kata-kata.

"Bukan gitu maksud gw", mungkin kalimat paling sering diucapkan sekarang saat development.

Hati-hati, jangan kepancing sampe marah-marah ya, ngabisin token nanti!

Kemarin gw ngerapiin halaman detail di aplikasi latihan panahan anak-anak gw.
(Sekalian cobain pake Fable, beda emang ya!)

Gw cuma bilang: header-nya berantakan, nggak ada hierarchy.

Dia nggak langsung ubah code.

Dia bikin dua mockup visual dulu, side by side:
→ Option A — summary card yang rapi.
→ Option B — angka besar gaya scoreboard.

Lalu tanya: mau implement yang mana?

Gw tinggal milih. Baru dia eksekusi.

Bukan lagi describe → tunggu → koreksi.
Tapi, lihat opsi → putuskan → jalan.

AI yang kasih pilihan.

Taste dan keputusan tetap kita.

Ada yang suka marah-marah gak sama AI karena ga sesuai ekspektasi? 😄

Screenshot of an AI coding session showing two mockups of the archery app session detail page side by side, Option A as a summary card and Option B as a scoreboard-style big number, followed by the question of which design to implement.